TUGAS MAKALAH
KARYA TULIS SEDERHANA
PENELITIAN TANAMAN CABE
SMP NEGERI 1 LURAGUNG
KATA PENGANTAR
Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan anugerah dan nikmat-Nya sehingga makalah BAHASA INDONESIA tentang menulis karya tulis sederhana penelitian tanaman cabe terselesaikan tepat dengan waktu yang diharapkan.
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas BAHASA INDONESIA, dengan tujuan agar siswa dan siswi memahami dan mengetahui materi dari makalah tersebut.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada guru BAHASA INDONESIAyang senantiasa mendampingi dan membimbing kami dalam penyusunanan makalah ini. Tak lupa kami mengucapkan segenap rasa terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan semangatnya kepada kami.
Tentunya makalah ini masih jauh dari kata sempurna , saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.
Akhirnya, semoga makalah ini bisa menjadi referensi dalam pembelajaranBAHASA INDONESIA di dalam kelas.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................ i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................... 1
A. Latar Balakang Masalah................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah......................................................................................................... 1
C. Tujuan Penelitian........................................................................................................... 1
D. Manfaat Penelitian........................................................................................................ 2
BAB II METODE PENELITIAN............................................................................................. 3
A. Definisi Konsep............................................................................................................ 3
B. Definisi Operasi............................................................................................................ 3
C. Waktu dan Tempat....................................................................................................... 3
D. Populasi atau Sempel.................................................................................................... 3
E. Alat dan Bahan............................................................................................................. 3
F. Gambar tanaman cabai domba..................................................................................... 3
BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................................... 4
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ............................................................................ 4
B. Hasil Penelitian ............................................................................................................ 4
C. Pembahasan ................................................................................................................. 4
BAB IV KESIMPULAN........................................................................................................... 7
A. Kesimpulan................................................................................................................... 7
B. Saran ..............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Balakang Masalah
Bahkan pada waktu – waktu tertentu, permintaannya sangat tinggi karena pasokan yang terbatas. Jadi, tak heran kalau kenaikan harga cabai sering menjadi rumor hangat di kalangan masyarakat. Pasalnya, si pedas ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidangan masakan nusantara.
Budi daya memang tergolong berisiko tinggi. Namun, risiko tersebut dibayar seimbang dengan keuntungan yang dijanjikan.karena itu, strategi dan pengetahuan teknis dan lapangan menjadi hal yang penting untuk dikuasai guna mencapai hasil yang maksimal dengan menekan risiko – risiko tersebut. Sebut saja musim hujan dan pemasaran hasil. Banyak petani enggan bertanam cabai pada musim hujan karena tingkat serangan penyakit tinggi, sehingga sangat berisiko terhadap tingkat produktivitas hasil. Sementara itu, pemasaran hasil yang tidak cermat, termasuk jalur penjualan, biasanya manjdai kendala di lapangan yang bermuara pada penurunan kualitas cabai akibatnya terlalu lama dalam pengankutan atau penyimpanan. Untuk itu penulis ingin mengamati pengendalian atau pencegahan dari penyakit yang menyerang tanaman cabai pada musim penghujan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apa saja penyakit yang menyerang tanaman cabai ?
2. Bagaimana cara penanggulangan dari penyakit yang menyerang tanaman cabai ?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas tujuan yang di capai dalam penelitian ini adalah
1. Menyebutkan penyakit – penyakit yang menyerang tanaman cabai.
2. Menjelaskan bagaimana cara penanggulangan dari penyakit yang menyerang tanaman cabai.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut
1. Bagi petani, penelitian ini dapat dijadikan panduan untuk menaggulangi penyakti yang menyerang tanaman cabai.
2. Bagi penyuluh atau dinas pertanian, penelitian ini dapat di jadikan bahan untuk memberikan pengetahuan kepada petani untuk dapat menaikan hasil panen cabai.
3. Bagi masyarakat, penelitian ini dapat dijadikan pengetahuan tentang penanggulangan penyakti yang di alami tanaman cabai.
II
METODE PENELITIAN
A. Definisi Konsep
Pengendalian adalah pencegahan atau penanggulangan
B. Definisi Operasi
Melakukan pencegahan atau pengendalian terhadap penyakit yang menyerang tanaman cabai.
C. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan selama dua minggu terhitung sejak tanggal 23 Februari - 9 Maret 2015. Penelitian ini di laksanakan di Dusun Leuwikuda, Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan.
D. Populasi atau Sempel
Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah tanaman cabai yang ada di kebun sebanyak 3500 batang. Sampel dalam penelitian ini adalah jumlah tanaman cabai yang terserang penyakit sebanyak 1000 batang.
E. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Ø Buku
Ø Pulpen
Ø Buku panduan
F. Gambar tanaman cabai domba
BAB III
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Kelompok kami melakukan penelitian ini di Dusun Leuwikuda, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan. Saat ini Dusun Leuwikuda memang merupakan salah satu sentral dalam dunia pertaniaan karena di Dusun ini banyak masyarakatnya yang berprofesi sebagai petani khususnya petani sayur – sayuran.
B. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan kelompok kami mendapatkan hasil tentang penyakit – penyakit yang menyerang tanaman cabai antara lain :
1. Penyakit antraknosa
2. Bercak Daun
3. Busuk Fitopthora
4. Bercak Bakteri
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian di atas berikut adalah pembahasan dari penyakit – penyakit yang menyerang tanaman cabai.
1. Penyakit Antraknosa
Umumnya, penyakit antraknosa atau busuk buah disebabkan oleh candawan Colletotrichum capsici sydow dan colletotrichum gloeosporiodespens. Penyakit ini bisa menyerang biji, batang, daun, dan buah cabai. Serangan ini ditandai dengan gejala – gejala sebagai berikut.
a. Biji gagal berkecambah.
b. Batang kecambah rapuh, sehingga mudah rebah.
c. Pucuk mati dan infeksinya menjalar kebagian bawah. Pada tahap awal, batang dan daun berwarna cokelat, lalu batang miring dan berwarna cokelat gelap kekeringan. Di bagian yang terserang terllihat kulit batang membentuk tonjolan kecil.
d. Bercakk di oermukaan kulit buah melesak ke dalam daging buah dan membentuk lingkaran seperti terkena sengatan terik matahari. Selain itu, terlihat busuk basah seperti lem yang berwarna kehitaman di sertai munculnya tonjolan berupa rambut hitam.
e. Serangan terjadi menjelang buah masak. Saat panen, buah cabai terlihat baik, tetapii beberapa hari kemudian cendrung terjadi pembusukan secara drastis.
Pengendalian penyakit antraknosa dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Tanam cabai di lahan bebas patogen, baik di persemaian maupun dilapangan produksi.
b. Amati gejala serangan penyakit dan segera musnahkan tanaman yang terserang penyakit, misalnya dengan membakar tanaman tersebut.
c. Musnahkan tanaman inangyang menjadi sumber penyakit ini, seperti borria sp dan Gromerila singulata
d. Semprot tanaman dengan fungisida sehingga tanaman terhindar dari serangan, terutama pada fase pematangan buah.
2. Bercak Daun
Penyakit ini di sebabkan oleh Cercospora capsici Heald et Wolf ini menyerang tangkai daun, daun, bunga, dan betang. Serangan di tangkai buah membuat pertumbuhann dan perkembangan buah terlambat. Daun dan bunga yang diserang rontok. Pada tahap lebih lanjut, calon buah berguguran.
Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak bulat dengan garis sirkuler. Bagian tengah bercak berwarna abu – abu tua dan cokelat tua. Bercak yang berbintik seperti mata kodok ini membesar dan bagian tengahnya mengering, sehingga daun menjadi bolong. Daun yang terserang berubah warna menjadi cokelat kehitaman, lalu rontok.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara kimiawi yaitu menggunakan fungisida Derosol 60 WP dan Vitigran Bluesecara bergantian sesuai petunjuk kemasan.
3. Busuk Fitopthora
Penyakit ini disebabkan oleh Phytophora capsici Leoman ini dapat menyerang seluruh bagian tanaman. Pada tanaman tua, gejala serangan diawali dengan infeksi dileher batang. Batang yang terserang busuk basah berwwarna hijau, lalu mengering dan berwarna cokelat. Serangan penyakit ini mengakibatkan terjadinya pergerasan di jaringan batang dan tanaman manjadi layu.
Pencegahan serangan penyakit ini sama dengan penyakit – penyakit sebelumnya, yaitu penggunaan bibit dan lahan yang bebas sari patogen. Hindari lahan bekas pertanaman cabai atau tanaman sefamili. Cabut dan pisahkan tanaman yang telah terserang penyakit, lalu bakar. Penggunaan fungi sida sistemikdan kontak secara bergantian bisa diaplikasikan untuk mencegah resistensi petogen terhadap pestisida.
4. Bercak Bakteri
Bercak bakteri di sebabkan oleh Xanthomonas campestris pv. Penyakit ini menyerang daun, ranting, dan buah tanaman. Daun yang terserang awalnya terlihat memiliki bercak sirkule berukuran kecil. Selanjutnya, timbul bisul berwarna hijau pucat yang ditengahnya menekuk ke dalam. Pada daun – daun tua terlihat bercak hijau tua dengan jaringan yang membusuk, berwarna cokelat, dan selanjutnya jaringan tersebut mati. Bercak – bercak ini melebar, sedangkan bagian diantara bercak yang tidak terserang menjadi kuning, lalu daun pun rontok. Serangan bisa terjadi secara serentak curah hujan dan kelambapan tinggi.
Pencegahan dapat dilakukan dengan merendam benih dalam air panas untuk mengendalikan patogen. Cabut dan musnakah segera tanaman yang terserang penyakit. Penyemprotan dengan fungisida yang mengandung bahan aktif tembaga, seperti Vitigran Blue, cukup efektif unutk mengendalikan serangan bercak bakteri.
BAB IV
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Peyakit – penyakit yang menyeranga tanaman cabai adalah :
a. Penyakit antraknosa
b. Bercak Daun
c. Busuk Fitopthora
d. Bercak Bakteri
2. Pengendalian dari penyakit – penyakit tersebut adalah
a. Menggunakan fungisida seperti Vitigran Blue dan Derosol60 WP
b. Dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit
c. Lakukan pergiliran tanaman
B. Saran
Saran yang dapat Kelompok kami berikan adalah :
1. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi petani yang ada di Dusun Leuwikuda Jadi khususnya dan umumnya di daerah sekitarnya.
2. Semoga dengan adanya karya tulis ini petani dapat meningkatkan hasil panen mereka dan lebih memperhatikan tanaman cabe agar tidak terserang penyakit/hama.
PENUTUP
Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH SWT Yang Maha Esa yang telah memberi nikmat dan karunia nya sehingga kita diberi kesehatan jasmani maupun rohani sehingga kita dapat menyelesaikan tugas makalah BAHASA INDONESIA dengan baik dan juga secara bersama-sama tanpa ada kendala apapun, dengan kelompok yang sangat bekerja sesuai pekerjaan nya yang sudah dibagi-bagi terlebih dahulu.
Dengan ada nya tugas makalah BAHASA INDONESIA ini kita dapat mengetahui bagaimana cara menulis karya tulis sederhana tentang penelitian tanaman cabe yang kami tugasi dari bapak guru tersebut. Yang dapat kelompok kami simpulkan adalah Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Penyakit – penyakit yang menyeranga tanaman cabai adalah :
a. Penyakit antraknosa
b. Bercak Daun
c. Busuk Fitopthora
d. Bercak Bakteri
2. Pengendalian dari penyakit – penyakit tersebut adalah :
a. Menggunakan fungisida seperti Vitigran Blue dan Derosol60 WP
b. Dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit
c. Lakukan pergiliran tanaman
Sekian saja yang dapat kelompok kami simpulkan dan juga kelompok kami mohon di maafkan bila ada salah kata atau cara penulisannya yang kurang baik atau kurang tersusun rapih dan juga tidak berkenan di hati pembaca. Kurang lebihnya kelompok kami mohon maaf.
Semoga Bermanfaat ;;) ;;)